Home / Blog / Pengertian, Fungsi Dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

Pengertian, Fungsi Dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

Pengertian, Fungsi dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan – Sadar atau tidak, hampir seluruh hal yang ada di dunia ini memiliki sebuah aturan yang harus di patuhi oleh siapa saja. Aturan tersebut tidak hanya berlaku pada manusia saja, tetapi juga pada mesin sekalipun. Aturan tersebut wajib dipatuhi agar sistem / keselarasan bisa berjalan dengan baik dan bisa memberikan manfaat di sekitarnya tanpa harus menimbulkan sebuah masalah.

komunikasi 2 arah yakni dengan cara mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya. Sedangkan fungsi modem lainnya antara lain :

  • Sebagai Penghubung Perangkat Dalam Suatu Jaringan
  • Perangkat Yang Mengubah Sinyal Digital Menjadi Sinyal Analog Dan Sebaliknya
  • Memksa Setiap Paket Data dan Komunikeriasi

Aturan tersebut bermacam – macam bentuknya. Misalnya aturan yang berlaku pada manusia, yaitu aturan di sekolah agar masuk sebelum jam 07.00. Jika aturan tersebut diabaikan maka akan menimbulkan masalah tertentu, sebaliknya jika aturan tersebut di laksanakan dan dipatuhi dengan baik maka bisa membawa manfaat bagi kedua belah pihak.

Kemudian aturan yang berlaku pada mesin, contohnya yaitu pada penerapan pembuatan aplikasi. Seorang yang membuat aplikasi harus memberikan perintah – perintah dan juga aturan khusus agar sistem tersebut berjalan dengan baik tanpa ada masalah yang timbul.

Aturan tersebut akan membantu sang pembuat aplikasi dalam mengarahkan aplikasi tersebut. Misalnya saat di klik menu, maka akan muncul sederetan opsi yang dapat kita pilih. Jika aturan tersebut ada yang salah / cacat maka aplikasi tersebut tidak bisa digunakan, maka bisa dikatakan hal ini merupakan sebuah kegagalan sistem.

Pengertian, Fungsi dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

Pengertian, Fungsi Dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

Nah setelah memahami contoh diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hampir seluruh hal yang ada di dunia ini memiliki sebuah aturan yang mau tidak mau harus di patuhi (seperti yang saya katakan diatas). Hal tersebut pun berlaku pada topik yang akan kita bahas kali ini, yaitu tentang Pengertian Network Protocol dan Fungsinya.

Pada intinya, sebuah skema jaringan berjalan diatas aturan (protokol) yang dapat dikendalikan agar bisa berfungsi dengan baik. Aturan / protokol tersebut akan membantu meminimalisir hal – hal yang tak diinginkan, dan mengatur agar lalu lintas dalam jaringan berjalan dengan baik. Ini baru penjelasan secara nalar, sedangkan penjelasan secara bahasa dan istilah akan kita bahas lebih lanjut lagi.

Pengertian Network Protocol / Protokol Jaringan

Apa Itu Network Protocol? Protokol merupakan sekumpulan perintah atau sistem yang mengatur proses komunikasi, pengiriman data, penerimaan informasi, pembacaan pesan dan juga pengkoordinasian seluruh komputer yang tergabung dalam suatu jaringan agar bisa melaksanakan aktifitas-aktifitas tersebut dengan lancar.

Ada juga yang mengartikan bahwa protokol berarti sebagai aturan pada sebuah jaringan komputer, contohnya dalam pengiriman pesan, data dan juga informasi serta fungsi yang lainnya dimana harus dipenuhi oleh pengirim maupun penerima agar proses komunikasi dapat berlangsung dengan baik, walaupun sistem yang berada di jaringan tersebut berbeda antara satu dengan yang lain.

Sedangkan definisi lain dari protokol yaitu sebuah pengaturan yang telah ditentukan dalam jaringan untuk menata atau mengelola komunikasi antar perangkat computer, sehingga komputer dan anggota jaringan dengan yang berbeda platform dapat saling menjalin komunikasi serta bisa melakukan pertukaran data.

Baca Juga :

Fungsi Network Protocol / Protokol Jaringan

Fungsi network protocol pada dasarnya ada dua, yaitu menyambungkan antara pengirim dengan penerima agar bisa menjalin komunikasi dan juga memberikan kelancaran dalam berkomunikasi. Sedangkan untuk fungsi lainnya antara lain :

1. Connection Control

Connection Control berfungsi untuk membangun sebuah komunikasi antara pengirim dan penerima, termasuk dalam proses pengiriman data dan juga saat mengakhiri koneksi. Pada proses pemindahan informasi tanpa melalui sambungan, PDU (Protocol Data Unit) diperlakukan secara mandiri, contohnya datagram.

Ketika koneksi telah tersedia, maka akan mengalami 3 fase, yakni penetapan lokasi, perpindahan data dan penghentian sambungan. Selama masih ada koneksi, connection control dapat menyelamatkan dan memperbaiki sambungan per tahap agar bisa mengatasi gangguan yang mungkin terjadi.

2. Enkapsulasi

Enkapsulasi berfungsi untuk memperlengkap informasi yang akan dikirim. kemudian paket data tersebut dikenal dengan nama frame. Pada umumnya, data tersebut dikirimkan dalam bentuk blok dan dikontrol oleh PDU (Protocol Data Unit).

3. Flow Control

Fungsi dari Flow Control berarti akan mengatur arus data yang mengalir dari sang pengirim ke penerima. Fungsi ini bekerja dengan cara membatasi jumlah data yang dikirim.

Flow control memiliki fitur Stop and Wait yang prinsip kinerjanya yakni transmitter akan memindahkan frame ke receiver. Setelah diterima, receiver akan mengirim balasan bahwa frame telah sampai di tujuan dan ia siap menerima antrian data berikutnya. Jika receiver belum mengirimkan balasan, transmitter tidak akan memberikan frame selanjutnya.

4. Error Control

Fungsi selanjutnya yaitu Error Control, Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pengiriman data, baik ketika tengah diproses maupun yang akan diterima, suatu kesalahan bisa saja muncul. Dengan hadirnya fungsi ini, masalah yang mungkin timbul pada saat pengiriman data dapat dikontrol.

5. Fragmentasi dan Reassembly

Fungsi yang kelima yakni Fragmentasi, Fragmentasi adalah proses pembagian / pemecahan suatu informasi menjadi beberapa paket data. Fungsi ini akan diterapkan dalam sesi pengiriman dan hanya terjadi pada sisi pengirim. Sementara itu, reassembly merupakan proses penggabungan dari paket yang telah dipecah tersebut agar menjadi utuh kembali saat diterima oleh sang penerima.

Penerapan kedua fungsi ini bisa membantu memperlancar dalam pengendalian kesalahan yang mungkin terjadi. Selain itu, pembagian jaringan akan lebih rata karena bisa mencegah adanya suatu channel yang menguasai media pengiriman.

Namun fragmentasi mempunyai sebuah kekurangan, yakni protokol harus membuat PDU sebesar mungkin agar bisa memuat beberapa kontrol informasi yang tidak mungkin lagi dipisahkan. Biaya pengiriman akan lebih besar jika pembuatan blok berukuran kecil. Apalagi, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memproses blok tidak singkat. Semakin banyak blok yang dikirim, maka semakin banyak pula durasi / waktu yang terbuang.

6. Transmission Service

Fungsi protokol yang terakhir yaitu memberikan pelayanan komunikasi dan pertukaran data yang berkaitan dengan prioritas dan juga keamanan. Misalnya, kualitas jaringan, prioritas paket, pembatasan akses paket pengaturan batas koneksi, dan lain sebagainya.

Baca Juga :

Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

1. Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP / IP)

TCP / IP merupakan standar komunikasi data yang sering dipakai oleh komunikasi internet dalam pelaksanaan / proses pertukaran data antar komputer pada suatu jaringan.

TCP / IP dikembangkan pada akhir 1970 – an hingga awal 1980 – an sebagai protocol yang digunakan untuk mengkoneksikan perangkat komputer dan jaringan dengan tujuan agar membentuk jaringan yang lebih luas lagi (WAN).

Protokol jenis ini tidak bisa berdiri secara mandiri karena protokol ini merupakan gabungan dari beberapa protokol (protocol suite). Protokol ini merupakan protokol yang paling banyak digunakan untuk berbagai jenis jaringan pada saat ini. Data tersebut diterapkan dalam bentuk perangkat lunak (software) pada sistem operasi. Sebutan umum yang diberikan pada perangkat lunak tersebut adalah TCP / IP stack.

2. Fiber Distributed Data Interface (FDDI)

Protokol jenis ini digunakan untuk mensupport beberapa komputer dengan tipe area lokal sampai dengan jarak yang jauh. Protokol tersebut memakai metode akses seperti model token.

Bentuk topologinya mirip dengan Token Ring, namun FDDI memakai ring kembar sehingga jika terjadi suatu masalah pada ring 1, secara otomatis proses akan berpindah ke ring 2. Protokol ini juga mendukung topologi star dengan media kabel fiber optic dengan kecepatan mencapai 100 Mbps.

3. Ethernet

Ethernet merupakan jenis network protocol yang paling banyak digunakan oleh orang – orang saat ini, alasannya yaitu karena secara harga cukup terjangkau. Protokol ini memanfaatkan metode akses yang biasa dikenal dengan CSMA / CD (Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection). Kedua sistem tersebut digunakan untuk menunggu perintah yang dikirim melalui kabel sebelum pengiriman data dilakukan.

Jika jalur data masih padat / sibuk, maka ia akan menunggu dan terus mencoba berulang kali sampai mendapatkan akses untuk mengirim data. Ketika terdapat 2 komputer yang mentransfer data secara bersamaan, maka masing – masing dari komputer tersebut akan melakukan penarikan sementara, kemudian mengirimkannya kembali.

Ethernet Network Protocol (Protokol Jaringan Ethernet) seringkali dipakai pada jenis topologi linear seperti star dan bus. Data akan terkirim jika topologi tersebut menggunakan media kabel twisted pair, kabel coaxial atau fiber optic pada kecepatan rata – rata 10 Mbps.

Namun saat ini, jenis ethernet yang mendukung kecepatan hingga 100 Mbps telah hadir. Walaupun memerlukan konektor dengan kapasitas lebih tinggi dan NIC (Network Interfate Card) untuk mengaplikasikannya.

4. Local Talk

Protokol jaringan yang dikembangkan oleh perusahaan Apple ini dikhususkan untuk komputer Macintosh. Ia menggunakan metode CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access/Collision Avoidance), dimana memiliki kinerja yang hampir sama dengan CSMA/CD, kecuali saat komputer akan memberi sinyal sebelum melakukan transmisi data. Local Talk bekerja dengan cara mencegah adanya tabrakan ketika sedang melakukan pengiriman data.

Jaringan tersebut memakai adapter dan kabel twisted pair khusus untuk mengintegrasikan antar satu seri komputer melalui serial port. Ia biasanya mengizinkan topologi tree atau linear bus dengan jenis kabel yang mempunyai bentuk berpasangan dan saling berpintal. Kekurangannya, kecepatan yang dihasilkan untuk mentransfer informasi hanya sampai 230 Kbps.

5. Token Ring

Network Protocol jenis ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan IBM pada tahun 1980. Sesuai dengan namanya, protokol ini memakai metode akses dengan melalui token pada sebuah lingkaran yang mirip cincin.

Dengan begitu sinyal akan berputar mengelilinginya dan menyambungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya. Jika pada pemberhentian ada komputer yang mempunyai data untuk dikirm, maka token akan meneruskan data tersebut ke tempat tujuan.

Selain 5 jenis protokol yang telah disebutkan diatas, masih banyak lagi jenis protokol yang digunakan pada sebuah jaringan. Diantaranya yaitu :

6. ICMP (Internet Control Message Protocol)

Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.

ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.

7. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

HTTP atau Hypertest Transfer Protocol berfungsi untuk melakukan format terhadap paket data yang sudah ditentukandan ditransimisikan menjadi sebuah data/file dengan format yang disa direspon oleh browser (google chrome, Mozilla Firefox, Opera Mini) sehingga browser-browser tersebut mamapu memunculkan data yang sudah dikirim.

HTTP memungkinkan setiap komputer dapat mengirimkan dan menerima pesan. Ada banyak protocol pada jaringan komputer yang paling umum digunakan selain HTTP yaitu SMTP, FTP, IMAP, POP3 dan lain-lain.

8. HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure)

HTTPS dikembangkan oleh Netscape. Dengan HTTPS kita dapat melakukan proteksidata yaitu hanya penerima saja yang dapat membaca data, kenyamanan (data privacy),memungkinkan identifikasi server ataupun client, otentikasi server dan klien, dan integritas data.HTTPS juga adalah penggabungan antara Hyperte’t Transfer Protocol (HTTP) dengan SSL / TLS protokol.

Semua komunikasi yang dilakukan melalui HTTPS akan dienkripsi dengan tujuan untuk keamanan saat terjadi transaksi data di internet. Biasanya para hacker atau peretas internet yang biasa menggunakan tool WireShak sangat mudah untuk mencuri data dari klien yang terhubung ke internet dengan menggunakan HTTP. Berbeda dengan HTTPS, semua akses akan sangat sulit diproses dan menangkap data oleh para pencuri website;

9. FTP (File Transfer Protocol)

File Transfer Protocol (FTP) adalah sebuah protokol internet yang memungkinkan untuk melakukan transfer file antar perangkat dalam suatu jaringan yang menggunakan koneksi TCP. Didalam FTP terdapat dua komponen utama yang dapat digunakan, yakni FTP Server dan FTP Client.

FTP Server merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk memberikan akses file, mendownload, dan menambah suatu file didalamnya. FTP Client berfungsi untuk mengakses FTP Server dengan menggunakan akun yang sudah diberikan akses oleh FTP Server.

FTP ini pada umumnya menggunakan port TCP 21. Namun, apabila sudah menentukan nama host untuk FTP Server yang dimiliki, maka untuk dapat mengakses cukup dengan memasukan nama host pada URL Address bar di browser yang digunakan dan menambahkan ftp:// sebelum nama host. Sehingga akan muncul seperti berikut: ftp://namahost.com

10. SLIP (Serial Line Internet Protocol)

Serial Line Internet Protocol (SLIP) adalah kebanyakan enkapsulasi usang dari Internet Protocol yang dirancang untuk bekerja di port serial dan koneksi modem. Hal ini didokumentasikan di RFC 1055. Pada komputer pribadi, SLIP telah digantikan oleh Point-to-Point Protocol (PPP), yang lebih baik penggunannya, memiliki lebih banyak fitur dan tidak memerlukan konfigurasi alamat IP yang harus ditetapkan sebelum dibentuk. Pada mikrokontroler, bagaimanapun, SLIP masih merupakan cara yang disukai encapsulating paket IP karena overhead yang sangat kecil.

SLIP memodifikasi standar TCP / IP datagram dengan menambahkan ” SLIP END ” karakter untuk itu, yang membedakan batas datagram dalam aliran byte. SLIP memerlukan konfigurasi port serial 8 bit data, no parity, dan either EIA hardware flow control, atau mode CLOCAL (3-wire null-modem) UART pengaturan operasi.

11. DNS (Domain Name Systemm)

DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.

Domain Name System ini merupakan sistem penamaan hirarkis yang nantinya didistribusikan untuk suatu komputer, jasa, atau sumber daya terhubung ke Internet maupun jaringan pribadi.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang DNS silakan baca artikel berikut  : Sejarah DNS Dan Fungsi / Cara Kerja DNS ( Domain Name System )

12. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan sebuah protokol dalam jaringan internet yang biasa digunakan dalam pengiriman pesan elektronik (email).

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang SMTP silakan baca artikel berikut : Pengertian SMTP (Lengkap) Beserta Fungsi dan Contohnya

13. IMAP (Internet Message Access Protocol)

IMAP (Internet Message Access Protocol) juga merupakan internet protocol untuk membuka email, namun memiliki keunggulan lebih dari pada POP yakni memungkinkan email disimpan dalam beberapa folder, mendukung sharing folder dan menangani mail online dimana pesan email tidak perlu disimpan pada komputer Anda. Saat Anda menggunakan IMAP4, klien-klien dapat terus terhubung dengan mail server selama pengguna tetap aktif dalam mengambil pesan sesuai dengan yang diminta.

Bahkan IMAP4 dapat merespon lebih cepat bagi para pengguna yang memiliki email dalam kapasitas besar. Anda juga dapat mengakses account email Anda dari berbagai lokasi, komputer dan email klien. Saat ini versi yang digunakan adalah IMAP4.

14. POP3 (Post Office Protocol)

POP (Post Office Protocol) adalah internet protocol yang menetapkan server email dan bagaimana cara untuk men-download email.

Email yang masuk disimpan di server POP3 sampai anda melakukan login dan men-download email-email melalui ISP (Internet Service Provider) di komputer Anda. Protocol POP telah dikembangkan menjadi beberapa versi, saat ini versi POP3 digunakan untuk layanan webmail seperti Gmail dan Yahoo

Demikian Pengertian, Fungsi Dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

Source :

  • https://id,scribd.com/document/264180024/Pengertian-HTTPS
  • https://www.cloudmatika.co,id/2017/12/08/apa-itu-file-transfer-protocol-ftp/
  • https://www.webarq,com/id/pop-post-office-protocol-imap-internet-message-access-protocol.html

Check Also

Network Device | Pengertian dan Macam - Macam Network Device

Network Device | Pengertian dan Macam – Macam Network Device

Network Device | Pengertian dan Macam – Macam Network Device – Seperti yang kita ketahui bersama, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *