Home / Blog / Pengertian [NOS] Network Operation System dan Jenis – Jenisnya

Pengertian [NOS] Network Operation System dan Jenis – Jenisnya

Pengertian [NOS] Network Operation System dan Jenis – Jenisnya – Pada suatu jaringan, biasanya terdapat sebuah layanan yang bisa kita nikmati manfaat maupun kegunaannya. Layanan tersebut akan bisa berjalan jika ada sebuah server (komputer server) yang akan melayani permintaan – permintaan dari para client yang tersambung pada jaringan tersebut.

Server tersebut akan terus hidup untuk melayani dan memberikan apa saja yang diminta oleh para pengguna layanan tersebut, dalam hal ini yaitu para client.

Tanpa komputer server, maka layanan tidak akan tercipta. Komputer server juga harus tetap menyala serta tak boleh ada gangguan sedikitpun karena setiap permintaan bisa datang di waktu kapanpun. Jadi komputer server harus selalu siap, dan tidak boleh ada cacat dalam hardware maupun software – nya.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa komputer server bisa terbilang sangat mahal, karena bekerja selama 24 jam tanpa henti / non stop. Selain itu, spesifikasinya yang super gahar membuat harga dari komputer server melambung tinggi dan jauh dari harga komputer rata – rata. Namun hal ini sepadan dengan fungsinya, karena dari

processornya saja komputer server sudah berbeda. Pada umumnya, komputer server menggunakan processor intel Tittanium.

Pengertian [NOS] Network Operation System dan Jenis - Jenisnya

Pengalaman Saya 

Saya punya pengalaman, dimana saat itu saya pernah membangun sebuah komputer server untuk keperluan telepon gratis (masih dalam jangkauan wilayah lokal). Pada saat itu komputer tersebut diciptakan untuk kontes expo di kabupaten Purbalingga. Sistem operasi yang digunakan adalah antara debian 6 atau 7 (saya sedikit lupa).

Setelah itu saya konfigurasi menggunakan basis teks karena memang rata – rata settingan server menggunakan bahasa text, bukan tampilan GUI. Jangan tanya seberapa pusing, karena rata – rata bahasa tersebut tidak saya pahami, untung saja ada seorang guru yang memandu saya melakukannya.

Spesifikasi yang ada di komputer tersebut adalah processor core i3 dan RAM 8 GB, untuk spesifikasi yang lain masih standar, motherboard juga masih terbilang standar. Mengapa serba standar? Karena memang keperluannya untuk melayani android tidak lebih dari 10 perangkat. Singkat cerita setelah saya konfigurasi server tersebut, saya mencobanya di kontes expo.

Pada beberapa jam server terlihat normal (ya walaupun tetap ada gangguan sedikit, tetapi masih bisa ditangani dengan mudah). Setelah ada beberapa user yang terkoneksi (ponsel android yang terkoneksi), komputer server sering terasa panas sekali dan harus di restart, jika tidak di restart maka layanan telepon gratis tidak dapat dilakukan.

Saya merasa aneh, mengapa layanan sekecil ini komputer sampai panas sekali, lalu saya cek penggunaan RAM dan Processor, ternyata penggunaannya selalu diatas 90%, padahal cuma 2 android yang terpasang???

Nah melihat pengalaman diatas, kita tahu bahwa komputer server harus mempunyai spesifikasi yang tinggi, tahan panas dan harus selalu stand by 24 jam, serta tidak boleh ada cacat / error secara fisik (hardware) maupun software – nya agar layanan yang disediakan tidak terganggu.

Jadi kita bisa mengambil kesimpulan disini bahwa sebuah layanan akan tercipta dan berjalan berkat adanya komputer server pada jaringan tersebut. Ibarat kata, komputer server adalah tumpuan dan juru kunci dari layanan yang dimaksud. Dan jika server mengalami gangguan, maka seluruh layanannya tidak akan berfungsi dengan baik.

Layanan server yang dimaksud banyak sekali, misalnya pada layanan jejaring sosial seperti Facebook, layanan tersebut akan berjalan karena terdapat server yang akan melayani permintaan – permintaan dari para user / client yang terhubung, seperti membuat status, mengomentari kiriman, posting foto dan lain sebagainya.

Nah dari beberapa hal yang telah dijelaskan diatas, mari kita ambil garis besarnya. Sebuah komputer server memiliki sistem operasi yang berbeda dari yang biasa kita lihat pada komputer pada umumnya, sistem operasi tersebut adalah NOS / Network Operating System. Sistem Operasi tersebut merupakan jenis sistem operasi yang digunakan pada komputer – komputer server.

Nah jika kita sudah paham skema-nya, lalu apa pengertian dari NOS (Network Operating System. Sistem) itu sendiri???

Baca Juga :

Pengertian NOS (Network Operating System)

Apa itu NOS (Network Operating System) ? NOS / Network Operating System adalah salah satu jenis sistem operasi yang dibuat untuk keperluan jaringan. Pada umumnya, sistem operasi jenis ini terdiri dari banyak service / layanan yang bertujuan untuk melayani user / pengguna.

Misalnya layanan dalam berbagi folder dan file, layanan dalam berbagi printer, layanan domain / DNS Service, layanan HTTP / HTTP Service, dan lain sebagainya. Istilah ini telah lama populer pada akhir dasawarsa 1980 – an hingga awal dasawarsa 1990 – an.

Nah setelah mengetahui pengertian secara umum mengenai NOS (Network Operating System) sekarang kita beralih ke fungsi dan jenisnya.

Fungsi NOS (Network Operating System)

Fungsi Network Operating System – NOS (Network Operating System) adalah sebuah software (sistem operasi) yang mengontrol seluruh software dan hardware lainnya pada suatu komputer. NOS (Network Operating System) berjalan dan beroperasi pada sebuah jaringan (network).

NOS (Network Operating System) juga membolehkan lebih dari satu komputer, yang ini juga biasa disebut dengan istilah “komputer jaringan” (network computers), tujuannya yaitu agar suatu komputer bisa berkomunikasi dengan komputer yang lainnya, sehingga komputer tersebut dapat saling berbagi informasi maupun data yang dibutuhkan oleh pengguna yang lain, selain itu juga agar komputer tersebut bisa menjalankan aplikasi, mengirimkan pesan teks maupun gambar dan berbagai macam fungsi / tujuan lainnya.

Baca Juga :

Jenis – Jenis NOS (Network Operating System)

Setelah membahas tentang pengertian dan fungsi secara umum, mari kita beralih ke pembahasan mengenai fungsi dari NOS (Network Operating System).

Berikut jenis – jenis dari NOS (Network Operating System) :

1. Microsoft MS – NET

Microsoft MS – NET atau yang sekarang dikenal dengan Microsoft .NET Framework (singkatan yang populer / biasa di pakai yaitu dot net) merupakan sebuah perangkat lunak kerangka kerja (framework) yang berjalan pada sistem operasi Microsoft Windows (utamanya).

Saat ini, .NET Framework pada umumnya telah menyatu dalam distribusi standar Windows (mulai dari Windows Server 2003 dan versi Windows lain yang lebih baru)

2. Microsoft LAN Manager

LAN Manager merupakan salah satu jenis dari sistem operasi jaringan yang telah kelola dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft / Microsoft Coorporation bersama dengan dengan perusahaan 3com / 3com corporation. LAN Manager juga diciptakan sebagai penerus software server jaringan 3+Share yang bekerja di atas sistem operasi MS – DOS.

Basis dari LAN Manager yaitu IBM OS / 2 dan protokol NetBEUI. Mirip dengan pendahulunya yaitu MS – NET untuk MS – DOS dan Xenix – NET untuk Xenix. Selain itu, terdapat juga LAN Manager / X (LMX) yang dibuat untuk digunakan pada sistem operasi UNIX.

Tepatnya pada tahun 1990, pihak Microsoft telah meluncurkan LAN Manager versi 2.0 yang memiliki banyak keunggulan dibanding versi sebelumnya. Sedangkan versi terakhir LAN Manager, yaitu versi 2.2 yang dikategorikan ke dalam OS / 2 1.31 menjadi salah satu sistem operasi server Microsoft. Namun pada tahun 1994 sistem operasi tersebut tergantikan oleh Windows NT Server.

3. Novell NetWare

Novell NetWare merupakan salah satu jenis sistem operasi jaringan yang telah umum digunakan pada komputer IBM PC atau komputer lain yang masih cocok. Sistem operasi jenis ini dikembangkan oleh Nivell. dan diciptakan dengan basis tumpukan protokol jaringan Xerox XNS.

Open Enterprice System(OES) merupakan pengganti dari NetWare. Versi terakhir dari sistem operasi NetWare hingga April 2007 yaitu versi 6.5 Support Pack 6. Versi ini identik dengan OES – NetWare Kernel, Support Pack 2.

4. Microsoft Windows NT Server

Microsoft Windows NT Server adalah salah satu jenis sistem operasi jaringan 32 – bit yang diciptakan oleh Microsoft. Sistem operasi inilah yang telah menjadi leluhur dari sistem operasi

  • Windows 2000
  • Windows Server 2003
  • Windows XP dan..
  • Windows Vista.

Pada awalnya, Microsoft Windows NT Server kompatibel dengan beberapa platform mikroprosesor, mulai dari

  • Intel 80×86
  • Digital Equipment Corporation Alpha AXP
  • IBM PowerPC
  • MIPS R4x00 dan beberapa platform yang lain.

Sistem operasi berbasis Windows NT kini hanya bisa mendukung platform Intel 80×86, AMD64 (atau x64) dan Intel IA64. Di lain itu, platform yang lain tidak didukung lagi oleh Windows NT, alasannya yaitu karena kurangnya dukungan / support dari pihak ketiga dari prosessor tersebut.

5. GNU / Linux

Linux merupakan sebuah nama yang di perkenalkan pada jenis sistem operasi komputer dengan tipe Unix. Sistem operasi Linux merupakan salah satu sampel /contoh dari hasil pengembangan software open source (perangkat lunak bebas).

Sama dengan software open source lain pada umumnya, kode sumber Linux bisa di manipulasi dan di edit, digunakan ulang dan didistribusikan lagi dengan bebas oleh siapa pun.

Linux adalah sebuah nama yang diberikan oleh sang pembuat sistem operasi tersebut, nama ini diperkenalkan pada tahun 1991 oleh seseorang yang bernama Linus Torvalds.

Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya sebagian besar berasal dari sistem operasi GNU. Sistem operasi GNU telah diumumkan pada tahun 1983 oleh seseorang yang bernama Richard Stallman. Peran dari GNU merupakan dasar dari awal pembuatan nama alternatif GNU / Linux.

6. Banyan VINES

Sistem Operasi Jaringan Banyan VINES / Virtual Integrated Network Service merupakan salah satu dari jenis sistem operasi jaringan yang telah populer pada akhir dasawarsa 1980 – an sampai dengan awal dasawarsa 1990 – an yang laris digunakan pada jaringan – jaringan perusahaan.

Sistem Operasi VINES pada awalnya dibuat dengan berdasarkan protokol jaringan yang diwariskan dari Xerox Network Systems (XNS). Sistem operasi VINES (Virtual Integrated Network Service) mengadopsi arsitektur jaringan terdistribusi client / server yang membebaskan para client agar bisa mengakses dan memanfaatkan sumber daya di dalam sebuah server melalui suatu jaringan.

Baca Juga :

Sistem operasi jaringan menyajikan beberapa protokol yang dibuat agar bisa menjalankan fungsi jaringan. Protokol tersebut dikendalikan oleh kode yang ada di server suatu jaringan.

Demikianlah artikel tentang Pengertian NOS Network Operation System dan Jenis – Jenis nya. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kita semua.

Check Also

Pengertian, Fungsi Dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

Pengertian, Fungsi Dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan

Pengertian, Fungsi dan Jenis – Jenis Network Protocol / Protokol Jaringan – Sadar atau tidak, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *