Home / Android / Penjelasan Anti Roll Back Protection Bikin HP Bootloop / Hardbrick

Penjelasan Anti Roll Back Protection Bikin HP Bootloop / Hardbrick

Penjelasan Fitur Anti Roll Back Protection MIUI 10 bikin Xiaomi Bootloop / Hardbrick – Sudah lihat judul dan banner yang saya buat ? Yap, anti roll back protection yang dibuat oleh google telah sukses membuat hard brick perangkat xiaomi, ketika usernya melakukan downgrade. Proteksi ini sudah berjalan di Redmi Note 5 yang menggunakan rom Global Beta v8.7.5.

Apa itu Anti Roll Back Protection ?

Baru-baru ini, Google melakukan perubahan nama pada fitur keamanan Android dan disebut dengan Google Play Protect serta melakukan banyak perubahan pada fitur keamanan mereka, terlebih dipembaruan Android Oreo yaitu Anti Roll Back Protection.

Penjelasan Anti Roll Back Protection Yang Bikin HP Hardbrick (MATOT)

Roll back yang dimaksud dalam hal ini adalah proses downgrade pada sistem operasi Android Oreo. Bagi pengguna biasa yang ga suka ngoprek atau pengguna yang belum terbiasa melakukan downgrade, mungkin bukan menjadi masalah besar, karena cukup melakukan update ROM atau cukup membiarkan sistem berjalan apa adanya.

Tapi untuk mereka yang suka utak-utik hp, naik turun versi, ini akan menjadi hal yang krusial.

Sasaran utama dari Anti Roll Back Protection ini sendiri adalah untuk menjaga smartphone atau tablet phone tetap aman dari serangan malware ataupun virus atau apapun yang dapat menyerang sistem keamanan smartphone. Ketika update, biasanya developer akan menyertakan pembaruan patch untuk menambal celah dari sekuritas ponsel yang ada pada versi sebelumnya.

Jadi intinya, kita tidak lagi bisa menggunakan versi resmi Android dari OEM yang dirilis tahun lalu dan berharap mendapatkan patch keamanan terbaru yang ditambahkan didalamnya. Yang perlu dicatat adalah ketika kita melakukan downgrade atau menurunkan versi android ke versi sebelumnya, maka kita telah membuka diri terhadap serangan berbahaya dari luar, karena kita tidak lagi mendapatkan patch keamanan terbaru.

Fitur anti roll back protection ini telah dibenamkan kedalam proses Verified Boot dan fitur tersebut akan menggagalkan proses booting jika kita melakukan downgrade ke versi sebelumnya. Google menyadari bahwa ada banyak alasan mengapa pengguna smartphone gemar melakukan downgrade, oleh karena itu google memberikan cara untuk menonaktifkan proteksi ini sehingga kita dapat melakukan downgrade bila downgrade memang amat sangat diperlukan. (Sayangnya saya belum tau cara seperti apa yang diberikan oleh google untum menonaktifkan fitur ini).

Jadi jika ada yang melakukan downgrade, fitur anti roll back ini akan melakukan penghapusan recovery boot.img dan berakhir dengan munculnya boot logo, atau bahkan lebih fatal, berakhir dengan hardbrick.

Nah, dari keterangan yang saya dapatkan disini, fitur tersebut hanya berlaku pada bootloader yang statusnya masih LOCKED, bukan pada bootloader yang UNLOCKED. Dengan kata lain, kita masih bisa melakukan instalasi costum rom, turun ke versi sebelumnya JIKA bootloadernya sudah di UNLOCKED.

Tapi, dari beberapa info yang saya dapat di grup beta tester xiaomi MIUI 10, banyak user yang fail atau gagal dalam proses downgrade setelah menerima fitur Anti Roll Back Protection ini dan terpaksa harus ganti mesin atau motherboard karena mengalami hardbrick setelah melakukan downgrade.

Jadi sebelum rekan-rekan melakukan downgrade, pikirkan kembali resikonya, dan bisa saja hal ini akan diterapkan disemua perangkat xiaomi yang menggunakan Android Oreo nantinya.

Update :

Untuk saat ini, anti roll back protection ini baru diterapkan diperangkat Redmi Note 5/Pro dan Redmi S2 (saya juga belum tau apakah nantinya akan diberlakukan ke semua perangkat atau tidak). Bagi pengguna Redmi Note 5 yang telah mendapatkan update Global Beta Versi 8.7.12 maka tidak ada lagi kemungkinan untuk melakukan downgrade, ataupun pindah rom ke Global stable meskipun telah melakukan unlock bootloader.

Catatan : Jadi jangan pernah mencoba untuk melakukan downgrade, atau perangkat anda akan mengalami hardbrick, bila terlanjur hardbrick, silakan hubungi Service Center Xiaomi terdekat di kota anda (pastikan perangkat anda memiliki garansi resmi sebelum melakukan klaim perbaikan).

Dari hasil uji yang dilakukan oleh developer MIUI ketika melakukan flashing dari v8.7.12 ke global stable v9.5.13 adalah munculnya pop-up yang mengindikasikan gagal flashing dan saya belum mendapatkan informasi bagaimana memperbaiki kegagalan flashing tersebut. Pengumuman secara resmi telah disampaikan disini : Important Announcement about Updating of Redmi Note 5 Pro/Redmi Note 5

Namun pengguna dapat melakukan flashing menggunakan Mi Flash Tools dari Global Beta Rom v8.7.12 ke Global Stable v9.5.19 yang rencananya akan dirilis sebentar lagi dengan catatan telah melakukan Unlock Bootloader sebelumnya.

Untuk versi Global Stable sendiri, anti roll back protection akan diberlakukan di Global Stable ROM yang rencananya akan dirilis sebentar lagi, yaitu versi 9.5.19, setelah pengguna Global stable melakukan update ke versi tersebut, maka pengguna tidak lagi bisa melakukan downgrade ke versi sebelumnya.

Mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan, jika ada kesalahan dalam penjelasan ini, silakan dikoreksi. Terima kasih.

Check Also

Cara Backup dan Restore ROM/Firmware Samsung Dengan TWRP - Sebelum mulai memodifikasi rom hp, kamu wajib menyimpan Firmware original untuk mengembalikan

Cara Backup dan Restore ROM/Firmware Samsung Dengan TWRP

Cara Backup dan Restore ROM/Firmware Samsung Dengan TWRP – Sesudah memasang/install custom recovery TWRP pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *